Jumat, 06 Januari 2012

Angkat Kisah Ahmad Dahlan, Marching Band UMY Raih Penghargaan



JAKARTA - Perjalanan KH Ahmad Dahlan dalam mendirikan organisasi Muhammadiyah merupakan suatu sejarah penting di Indonesia. Salah satu pejuang nasional Indonesia ini menjadi inspirasi bagi grup marching band Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), yaitu Drum Corps (DC) UMY dalam kejuaraan Grand Prix Marching Band (GPMB) XXVII belum lama ini.

Pada ajang besutan yayasan GPMB di Istora Senayan, Jakarta tersebut DC UMY berhasil membawa pulang penghargaan The Most Inspiring Band. Ketua DC UMY, Indrawati menjelaskan, predikat tersebut merupakan penghargaan pertama yang diadakan dalam kejuaraan GPMB.

“Penghargaan ini tidak pernah diadakan pada tahun-tahun sebelumnya dan ini merupakan penghargaan pertama kalinya dalam kompetisi GPMB. Makanya kami senang dan bangga dapat meraih penghargaan ini sebagai marching band yang memberikan inspirasi terhadap orang lain. Ini hasil kerja keras latihan selama tahun,” ujar Indrawati seperti dilansir dari situs UMY, Senin (2/1/2012).

Beranggotakan 83 personil yang terdiri dari pemegang alat-alat percussion, brass, colour guard, dan lain-lain, DC UMY mengusung tema Sang Surya dalam penampilan mereka. Menurut Indrawati, tema ini diambil karena euforia satu abad Muhammadiyah masih mereka rasakan. Pertunjukkan pun dikemas seperti alur dalam film Sang Pencerah yang meledak beberapa waktu lalu.

Indrawati menyebutkan, ada empat lagu utama yang dimainkan untuk memperlihatkan suasana perjalanan KH Ahmad Dahlan. Pertama, lagu Ilir-Ilir menggambarkan masa kecil kyai yang juga dikenal dengan nama Muhammad Darwis itu. Sementara perjuangan KH Ahmad Dahlan digambarakan melalui lagu Labbaika dan Jundullah. Mars Muhammadiyah, Sang Surya pun menjadi lagu pamungkas dalam pertunjukkan mereka.

“Kami juga menyajikan atraksi penghancuran miniatur Ka’abah yang menggambarkan dinamika perjuangan pendiri Muhammadiyah tersebut”, katanya menjelaskan.

Dia mengungkapkan, selain meraih penghargaan, DC UMY juga masuk dalam jajaran divisi utama yang terdiri dari 10 peserta dengan nilai tertinggi. “Kami juga meraih peringkat kedelapan dengan total nilai 60,25 dari 15 peserta yang mengikuti kejuaraan GPMB. Mereka ada yang berasal dari Bali, Kalimantan, Jawa Timur, dan beberapa daerah lainnya di Indonesia. Sebelumnya, di babak penyisihan kami meraih nilai 56,55,” ungkapnya.

Lewat pertunjukkan musik tersebut, Indrawati berharap semakin banyak orang yang mengerti kisah perjuangan dari Sang Pencerah. “Pertunjukkan kami bukan untuk memperoleh penghargaan dari panitia semata. Saat penampilan kami berkesan bagi orang banyak, sudah cukup memuaskan bagi kami. Itu sesuatu yang lebih berharga. Apalagi penampilan ini sekaligus dalam upaya syiar Muhammadiyah. Syiar ternyata bisa juga lewat pertunjukkan seperti ini,“ tuturnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar