Tampilkan postingan dengan label teladan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label teladan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 18 Januari 2012

CINTA

Apabila ada cinta seorang ibu dalam perkawinan

akan ada suasana harmonis dalam keluarga

ketika suasana harmonis tercipta dalam rumah

maka ada kedamaian dalam masyarakat

apabila ada kedamaian dalam masyarakat

maka akan tercipta kemakmuran dalam negara

apabila ada kemakmuran dalam setiap negara

maka akan ada kedamaian diseluruh dunia

Sebuah Teguran

Teguran orang korea terhadap orang yang terlambat bekerja "kalian jauh lebih muda dari saya, mengapa kalian tidak bisa bangun lebih pagi, jalan lebih cepat dan bekerja lebih lama? Tahukah kalian yang membedakan saya dari kalian bukanlah warna kulit, mata yang lebih sipit ataupun pendidikan tapi SEMANGAT dan CINTA pada setiap hal yang harus kita kerjakan.

Senin, 16 Januari 2012

Kesuksesan Sang Buah Hati

Gusti Allah Yang Maha Mencipta Berkata dalam KitabNya:

كل نفس ذا ءقة الموت وإنما توفون أجوركم يوم القيامة فمن زحزح عن النار وأدخل الجنة فقد فاز وما الحياة الدنيا إلا متاع الغرور


 “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” (QS 3:185)

Begitulah, hidup ini hanya kesenangan yang menipu, maka janganlah tertipu dengan tolok ukur yang semu. Pancangkanlah cita-cita untuk anak-anak di Negeri Abadi, ajarkanlah mereka tentang cita-cita ini. Bolehlah mereka memiliki beragam cita-cita dunia, namun janganlah sampai ada yang tak mau punya cita-cita Akhirat.

Setelah memancangkan cita-cita untuk anak-anak, maka cobalah memulai memahami anak-anak. Ada dua hal yang perlu diamati:

Pertama, amati sifat-sifat khasnya masing-masing. Tidak ada dua manusia yang sama serupa seluruhnya. Tiap manusia unik. Pahami keunikan masing-masing, dan hormati keunikan pemberian Allah SWT.

Yang kedua, fahami di tahap apa saat ini si anak berada. Allah SWT mengkodratkan segala sesuatu sesuai tahapan atau prosesnya.
Anak-anak yang merupakan amanah pada kita ini, juga dibesarkan dengan tahapan-tahapan.

Tahapan sebelum kelahirannya merupakan alam arwah. Di tahap ini kita mulai mendidiknya dengan kita sendiri menjalankan ibadah, amal ketaatan pada Allah dan juga dengan selalu menjaga hati dan badan kita secara prima. Itulah kebaikan-kebaikan dan pendidikan pertama kita pada buah hati kita.

Pendidikan anak dalam Islam, menurut Sahabat Ali bin Abi Thalib ra, dapat dibagi menjadi 3 tahapan/ penggolongan usia:

  1. Tahap bermain (“la-ibuhum”/ajaklah mereka bermain), dari lahir sampai kira-kira 7 tahun.

  2. Tahap Penanaman Disiplin (“addibuhum”/ajarilah mereka adab) dari kira-kira 7 tahun sampai 14 tahun.

  3. Tahap Kemitraan (“roofiquhum”/jadikanlah mereka sebagai sahabat) kira-kira mulai 14 tahun ke atas.


Ketiga tahapan pendidikan ini mempunyai karakteristik pendekatan yang berbeda sesuai dengan perkembangan kepribadian anak yang sehat. Begitulah kita coba memperlakukan mereka sesuai dengan sifat-sifatnya dan tahapan hidupnya.

Hal ketiga adalah memilih metode pendidikan. Setidaknya, dalam buku dua orang pemikir Islam, yaitu Muhammad Quthb (Manhaj Tarbiyah Islamiyah) dan Abdullah Nasih ’Ulwan (Tarbiyatul Aulad fil Islam), ada lima Metode Pendidikan dalam Islam.

Yang pertama adalah melalui Keteladanan atau Qudwah, yang kedua adalah dengan Pembiasaan atau Aadah, yang ketiga adalah melalui Pemberian Nasehat atau Mau’izhoh, yang keempat dengan melaksanakan Mekanisme Kontrol atau Mulahazhoh, sedangkan yang terakhir dan merupakan pengaman hasil pendidikan adalah Metode Pendidikan melalui Sistem sangsi atau Uqubah.

Jangan tinggalkan satu-pun dari ke lima metode tersebut, meskipun yang terpenting adalah Keteladanan (sebagai metode yang paling efektif).

Setelah bicara Metode, keempat adalah Isi Pendidikan itu sendiri. Hal-hal apa saja yang perlu kita berikan kepada mereka, sebagai amanah dari Allah SWT.
Setidak-tidaknya ada 7 bidang. Ketujuh Bidang Tarbiyah Islamiyah tersebut adalah: (1) Pendidikan Keimanan (2) Pendidikan Akhlaq (3) Pendidikan Fikroh/ Pemikiran (4) Pendidikan Fisik (5) Pendidikan Sosial (6) Pendidikan Kejiwaan/ Kepribadian (7) Pendidikan Kejenisan (sexual education). Hendaknya semua kita pelajari dan ajarkan kepada mereka.

Kelima, kira-kira gambaran pribadi seperti apakah yang kita harapkan akan muncul pada diri anak-anak kita setelah hal-hal di atas kita lakukan? Mudah-mudahan seperti yang ada dalam sepuluh poin target pendidikan Islam ini:
Selamat aqidahnya, Benar ibadahnya, Kokoh akhlaqnya, Mempunyai kemampuan untuk mempunyai penghasilan, Jernih pemahamannya, Kuat jasmaninya, Dapat melawan hawa nafsunya sendiri, Teratur urusan-urusannya, Dapat menjaga waktu, Berguna bagi orang lain.

Insya Allah, Dia Akan Mengganjar kita dengan pahala terbaik, sesuai jerih payah kita, dan Semoga kita kelak bersama dikumpulkan di Negeri Abadi. Amin. Wallahua’lam,

 

Rujukan Buku:

  •  Buku Muhammad Quthb (Manhaj Tarbiyah Islamiyah) diterjemahkan dengan judul “Sistem Pendidikan Islam” terbitan Al-Ma’arif Bandung, dan buku Abdullah Nasih ’Ulwan (Tarbiyatul Aulad fil Islam) diterjemahkan dengan judul Pendidikan Anak Dalam Islam.


 

Rabu, 11 Januari 2012

Tips Cantik Lahir Batin

1. Untuk membentuk bibir yang menawan, ucapkanlah kata-kata kebaikan

2. Untuk mendapatkan mata yang indah carilah kebaikan pada setiap orang yang anda jumpai

3. Untuk mendapatkan bentuk badan yang langsing, bagikanlah makanan dengan mereka yang kelaparan

4. Untuk mendapat rambut yang indah, mintalah seorang anak kecil untuk menyisirnya dengan jemarinya setiap hari

5. Untuk mendapatkan sikap tubuh yang indah berjalanlah dengan segala ilmu pengetahuan, dan anda tidak akan pernah berjalan sendirian

Kecantikan perempuan bukan pada pakaian yang dikenakan, bentuk tubuh, kehalusan wajah atau cara dia berdandan. tapi pada cara dia memandang dunia, karena dimatanya terletak gerbang kesetiap hati manusia, dimana cinta dapat berkembang. kecantikan yang murni terpancar dijiwanya. dan kecantikan itu akan tumbuh sepanjang waktu.

 

 

 

Bahagia Tanpa Batas

Wahai wanita yang paling bahagia karena agama.

Meskipun tanpa permata, tanpa kalung, tanpa emas yang menghiasinya, tetapi berkat bacaan-bacaan tasbih yang bagikan hujan, bagaikan fajar, bagikan cahaya dan bagaian awan.

Dalam sujud, dalam doa dalam kewaspadaan, dalam pemikiran yang bersumber dari cahaya lauh dan kitab-kitab yang sudah dipesankan oleh cahaya wahyu

Kamu adalah wanita yang paling bahagia berkat keyakinan yang ada didalam kalbumu yang suci dan penuh dengan ketaatan

"Jadilah kamu bintang kejora yang tidak pernah takut kepada kesedihan dan kegelapan yang datang menjelang"

Penyesalan Tiada Akhir

Seorang yang telah cukup berpengalaman mengatakan : “Ketika berusia antara dua puluh tahunan, aku terbiasa lekas emosi, tidak puas dan suka mengeluh. Padahal saat itu hidupku penuh dengan kesenangan. Hal itu disebabkan karena aku tidak tahu makna letak kebahagianku. Akupun tidak memahami bahwa sejatinya aku hidup cukup bahagia.

Sekarang   setelah usia enam puluh tahun, aku baru menyadari bahwa pada usia antara dua puluh tahunan itu sebenarnya aku cukup bahagia. Tapi syang kesadaranku terlambat .

Ibarat nasi sudah menjadi bubur, sehingga hal itu hanya tinggal kenangan belaka yang sekarang hanya menyisakan penyesalan. Sekiranya aku menyadari hal tersebut pada waktu itu, niscaya hidupku penuh dengan kegembiraan yang besar dan aku tidak akan pernah mengenal arti mengeluh atau rasa tidak puas ketika usia berada dipuncak kemudaan yang begitu ceria. Aku juga pasti tidak akan pernah menutupi kebahagianku yang sedang mekar-mekarnya itu.

Sayang...hal itu baru aku sadari sekarang ini yakni ketika usiaku sudah cukup senja”